Perayakan Kelulusan Sekolah

Hari Sabtu tanggal 4 Juni 2011 adalah hari bersejarah bagi siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajatnya Tahun Pelajaran 2010/2011. Pada hari itu adalah pengumuman kelulusan setelah 3 tahun mereka belajar, menempuh Ujian Nasional dan Ujian Sekolah. Ada kegiatan rutin atau tradisi yang biasa mereka lakukan pasca pengumuman kelulusan yaitu perayaan. Perayaan setelah pengumuman hasil Ujian Nasional 2011 biasanya tidak hanya dilakukan oleh Siswa yang lulus, tetapi siswa-siswa yang tidak lulus-pun ada yang ikut merayakan kelulusan ini. Kebahagiaan sepertinya akan meliputi suasana hati siswa kelas IX SMP karena persentase kelulusan secara nasional tahun ini cukup baik dari tahun lalu.

Dari berbagai perayaan kelulusan tahun inipun tampaknya tidak akan berbeda jauh dengan tahun lalu. Aksi corat-coret baju seragam dan konvoi kendaraan bermotor meskipun sudah dilarang oleh pihak sekolah sepertinya hal yang paling sering dilakukan untuk merayakan kelulusan. Kedua perayaan tersebut dilihat dari segi etika tampaknya tidak terlalu baik untuk dilakukan karena masih banyak siswa yang membutuhkan pakaian/baju seragam. Bagaimana kalau kita menghimpunnya dan menyumbangkan kepada mereka yang membutuhkan? Sementara konvoi kendaraan bermotor di jalan raya juga sangat riskan sebab sering menimbulkan pelanggaran aturan berlalulintas dan membuat kemacetan, bahkan dapat menimbulkan kerugian akibat kecelakaan.

Sebenarnya masih banyak cara untuk merayakan kelulusan dengan cara yang positif, kreatif, bermanfaat dan menghibur seperti melakukan sujud syukur, melaksanakan tasyakuran dengan mendengarkan ceramah dari tokoh agama, aksi sosial membagi-bagikan nasi bungkus kepada mereka yang pantas untuk diberi, memberikan santunan ke panti asuhan, kegiatan donor darah, membuat acara gelar kreativitas di sekolah masing-masing, dan lain-lain. Tampaknya agar siswa dalam melakukan perayaan kelulusan dilaksanakan dengan cara-cara yang positif, dibutuhkan bimbingan, pengawasan, dan peran serta guru dan orang tua untuk turut mengelola tradisi perayaan pasca pengumuman kelulusan itu.

Meskipun demikian saya berharap kepada para siswa untuk tahun-tahun yang akan datang agar melakukan perayaan kelulusan dengan cara yang kreatif dan bermanfaat, bukan dengan kegiatan yang bersifat hura-hura dan huru-hara. Dengan cara itulah kelulusan akan terasa lebih bermakna baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Akhirnya saya mengucapkan selamat kepada siswa-siswa yang lulus. Sementara bagi siswa yang belum lulus tetap optimis karena kegagalan adalah sukses yang tertunda. Mari kedepan kita benahi sikap dan perbutan kita, semoga “next times better”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s